TWELVE
Danan sangat bahagia, beberapa saat setelah dia tiba di rumah…sms masuk ke hpnya.besok jam 1 siang jemput aku ya kak Danan, awas terlambat. “si Tari ini ngrepotin aja”
Keesokan paginya
“maaf pak nanti ada meeting jabis jam makan siang”, kata sekretarisnya. “duh ga bisa diundur San?” “tidak bisa pak soalnya klien kita yang satu ini sangat penting.” “ya ya” terpaksa Danan pergi, ia berharap Tari mau menunggu ½ jam lagi.
Tapi Tari sudah ngambek, “hai Tar” “dasar lelet, atau udah mulai pikun” “maaf sibuk” “aku ga perduli,jangan-jangan itu semua alasan biar bisa deketan ma Kak Asti.” “Tari aku kan sudah minta maaf ma kamu, kamu ga pernah ngerti ya. Kesabaranku udah habis, aku bukan mainanmu yang bisa kamu atur sesuka hatimu. Lebih baik aku kembali ke kantor saja.” Danan malah pergi meninggalkan Tari yang sudah menangis. Bahkan dia tidak menoleh sedikit pun ke belakang. Tari sudah menelpon Danan berulang kali tapi selalu direject olehnya.
Tari belakangan ini merasa pusing, dia pikir mungkin karena terlalu sedih memikirkan Danan. Ternyata setelah dia check up, dia divonis menderita sakit kanker rahim. Dan tanpa sengaja Asti yang kebetulan menjemput ibunya yang juga check up bertanya kepada dokter tentang penyakit yang diderita Tari. Betapa terkejutnya dia, apalagi hidup Tari ternyata tak lama lagi. Asti pun sadar bahwa dengan Danan tidak mengacuhkannya itu malah memperburuk keadaan Tari.
Ia memikirkan bagaimana cara agar Danan mau memperbaiki hubungannya kembali dengan Tari. Tanpa ia sadari, ada mobil di depannya. Asti langsung membuka helmnya. “maaf aku ga sengaja” begitu melihat Asti lelaki itu langsung tersenyum. “ga apa apa tapi kalo kamu mau maaf dari aku sekarang juga temenin aku makan siang” “apa?” “kalo ga mau terserah yang penting nomor dekamu dah aku catat.” “ya deh”. Semenjak saat itu Asti tau mungkin dengan cara inilah dia bisa menghindari Danan.
Rama adalah orang yang baik, tapi kini dia menghadapi suatu masalah di mana orangtuanya menginginkan ia cepat menikah, dan ia telah memutuskan untuk memilih Asti sebagai calon pendamping hidupnya saat ia pertama kali bertatapan dengan Asti. Sedangkan Asti cuma menganggap ia teman dekat saja.
0 komentar:
Posting Komentar