Minggu, 28 Februari 2010

FOUR
Danan pun jadi ke rumah Asti,betapa terkejutnya Asti saat melihat Danan datang. Matanya terbelalak melihat tumpukan buku yang sangat banyak. “ya ampun, kamu bercanda kan? Sebanyak itukah?” “ya maka dari itu kita buat sekarang Asti.” Mereka terus membaca dan mencatat hingga tiba-tiba hp Danan berbunyi. “halo?” “kak Danan aku ingin ketemuan sekarang juga!” “ga bisa Tari, aku sibuk.” “pokoknya harus datang.” Tari menutup sepihak telepon itu. Tanpa sengaja Asti mendengar percakapan mereka. Ia pun berkata, “udah Dan pergi aja, aku ga pa-pa. Dia lebih penting dari ini kan? Aku bisa ngerjainnya sendiri kok.” “tapi kan” “cepet.” Dalam perjalanan, Danan tak pernah bisa berhenti memikirkan Asti, ia juga merasa bersalah. Tapi ia bingung harus melakukan apa.
Seandainya Asti tidak mengusirnya, mungkin Danan tak akan beranjak dari rumahnya. Karena hati kecilnya merasakan ketenangan saat bersama Asti. Berbeda dengan Tari, dia selalu menuntut Danan melakukan apa yang ia perintahkan. Tak ubahnya seperti pembantu di matanya. Tapi apa mau dikata dia sudah menganggap Tari seperti saudaranya sendiri. Ia ingin Tari yang telah kehilangan ibunya itu bahagia.
Saat hati memilih….
Masihkah ada kesempatan?
Saat raga bergerak
Masihkah ada waktu?
Terus berjuang dalam getir jiwa
Membohongi diri
Menipu rasa

Rabu, 24 Februari 2010

THREE
Esoknya di dalam kelas. “Pagi anak-anak, sekarang ibu akan membagi kalian dengan beberapa kelompok yang setiap kelompok terdiri atas 2 orang. Ga ada yang protes, dan ibulah yang memilih siapa kelompok kalian titik!!!!” Seketika mereka berteriak ”ya ga adil dong bu,kami kan punya pasangan sendiri-sendiri,” “ga ada, kalo kalian sama pasangan kalian bisa-bisa bukannya buat tugas kalian malah pacaran.” Semua anak pun diam, sementara Maya dan Asti berceloteh “eh As siapa ya pasanganku? Deg-degan juga nih.” “Ah kamu ini lagian kita semua kan udah sering ngomong ma temen sekelas kita May.” “tapi tetep aja kan beda rasanya.” “ya terserah deh.” Ternyata Asti pasangannya Danan, jantung Asti tak karuan, ya ampun pasti ini cuma mimpi. Bisa-bisa aku squad jantung disampingnya. Maya berkata”lho As, kamu kok bengong?” lama Asti tak menjawabnya, sampai-sampai Maya mengibas-ngibaskan tangannya, tapi Asti tetap diam. Akhirnya ia pun menggoncang-goncangkan tubuhnya. “aduh Maya kamu apa-apaan sih, aku kan punya penyakit jantungan n latahan. Tega banget sih.” “ye abis, dipanggilin ga nyahut-nyahut.” “emang ada apa May?” “selamat ya jadi pasangannya Danan.” “pasangan apaan?” “pake nanya lagi, tau kan semua cewek ingin jadi pasangannya dalam buat tugas ini, biar bisa pedekate gitu loh.” “bodo amat, aku cuma mau nyelesaiin ni tugas cepet-cepet.” “iya deh dasar Asti.” Tiba-tiba Danan mendekati Asti, “As, gimana kalo kita buat tugasnya besok sore.” Jantung Asti berdegup kencang.“ap….apa besok?” “iya, lebih cepet kan lebih baik.”berusaha bersikap tenang “di…dimana?” “di rumahmu lah, tapi kalo kamu mau ke rumahku juga ga pa-pa. Cuma ada adikku dan aku yang ada di rumah.” “ah ga ga usah, ngapain aku ke rumahmu? Lebih baik di rumahku aja.” “OK. deal jam berapa?” “ ya yang penting jangan malem-malem.” “OK”. Asti benar-benar tidak berani menatap Danan.
Seindah asa yang tercipta
Mengalir dengan deras menutupi hati
Tak henti melahirkan gelora panas
Sejak pertama kusentuh cinta ini

Minggu, 21 Februari 2010

TWO
“ Aduh kemana sih si Maya, katanya mau datang jam 3 sore ke sini kok dari tadi udah setengah jam belum juga kelihatan batang hidungnya. Mana aku takut banget di sekolah sendirian.” Lalu Asti memutuskan untuk melihat keluar dari ruang kelasnya. Tiba-tiba baru berjalan dua langkah saat ia keluar dari kelasnya, ia menabrak seseorang. Saat ia melihat wajah orang itu betapa terkejutnya dia. Ternyata itu Danan. Dengan terbata-bata Asti berkata “e….. maaf…..ya”. “Ga pa-pa kok. Kalo aku boleh tau sedang ngapain di sekolah sendirian?”. “Aku lagi nungguin si Maya,tapi dia ga datang datang.” “oh gitu, kenapa ga telpon aja dia” “iya, ya kok aku ga kepikiran ya”, lalu dia menelpon Maya. “May, jadi ga nih?”. “Oh ya, sory As, aku lupa tadi aku ketiduran.” “Iya, kamu asik ketiduran aku lumutan sendirian di sini.” “Iya deh sekali lagi sorry,besok aja ya As, aku lagi banyak kerjaan nih di rumah.” “Ye itu kan urusanmu.Uh dasar maya jelek,ok awas kalo besok ga dibawa lagi.”. Asti menutup telponnya dan memasukkanya ke dalam tas kembali. Dalam hati ia berkata walaupun sial tapi aku tetep dapat ngeliat dia.
Secercah asa mnyelinap dalam benak
Tak perduli betapa tebalnya tembok itu
Meski logika meronta
Tapi rasa di jiwa menguasai pikiran

Jumat, 19 Februari 2010

TRUE LOVE

ONE
Saat tirai itu kubuka
Bersualah aku dengan dia
Dialah yang pertama kali
Membuat aku terdiam
Menatapku lekat-lekat
Seakan kami sudah lama kenal
Sesaat mata kami beradu
Jantung kami berhenti berdetak
Dan kisah kami pun dimulai

Suasana kelas masih ramai, namun Asti tetap berdiam diri dalam dilemanya. Tanpa terusik siapapun sampai teman dekatnya, Maya mengejutkannya. “hai, As kamu kok diem aja? Kita ngobrol yuk!”, kata Maya sambil menggoncang pundak Asti.. “Aduh bikin kaget aja kamu, emang mau ngobrol apaan sih?”. “Eh tau ga si Danan gosipnya punya pacar baru lho!” “Ah…ap…apa…?pacar?” “iya, pacarnya itu cantik,pinter,kaya,aduh pokoknya sempurna gitu. Dia ternyata adik kelas kita lho!” “masa sih?” “sueeeeeer gitu lohhhhhhh”. Asti hanya bisa terdiam, jika bisa ia ingin sekali lari, berharap apa yang ia dengar tidak nyata adanya. Melihat perubahan wajah temannya, spontan Maya khawatir, “As..kamu ga apa-apa kan?” “ga, aku baik-baik aja May” berusaha untuk tegar menerima kenyataan. “menurut pendapat kamu gimana?” “mereka adalah pasangan yang serasi” “emang bener sih, Cuma si Tari itu angkuhnya minta ampun.” “ah udah May jangan ikut campur urusan orang lain.” “baik ibu guru”.
Asti merasa sangat terpukul, tapi ia sudah menyadari kehadiran Tari yang merupakan teman dekat Danan. Ia selalu berpikir kenapa ia selalu mencintai orang yang salah?tak adakah cinta yang sepadan dan mudah untuk dimilikinya? Perasaannya sangat terpukul dan hanya satu yang ada dipikirannya sekarang, lupakanlah kata Danan dalam kamusmu As.