TWO
“ Aduh kemana sih si Maya, katanya mau datang jam 3 sore ke sini kok dari tadi udah setengah jam belum juga kelihatan batang hidungnya. Mana aku takut banget di sekolah sendirian.” Lalu Asti memutuskan untuk melihat keluar dari ruang kelasnya. Tiba-tiba baru berjalan dua langkah saat ia keluar dari kelasnya, ia menabrak seseorang. Saat ia melihat wajah orang itu betapa terkejutnya dia. Ternyata itu Danan. Dengan terbata-bata Asti berkata “e….. maaf…..ya”. “Ga pa-pa kok. Kalo aku boleh tau sedang ngapain di sekolah sendirian?”. “Aku lagi nungguin si Maya,tapi dia ga datang datang.” “oh gitu, kenapa ga telpon aja dia” “iya, ya kok aku ga kepikiran ya”, lalu dia menelpon Maya. “May, jadi ga nih?”. “Oh ya, sory As, aku lupa tadi aku ketiduran.” “Iya, kamu asik ketiduran aku lumutan sendirian di sini.” “Iya deh sekali lagi sorry,besok aja ya As, aku lagi banyak kerjaan nih di rumah.” “Ye itu kan urusanmu.Uh dasar maya jelek,ok awas kalo besok ga dibawa lagi.”. Asti menutup telponnya dan memasukkanya ke dalam tas kembali. Dalam hati ia berkata walaupun sial tapi aku tetep dapat ngeliat dia.
Secercah asa mnyelinap dalam benak
Tak perduli betapa tebalnya tembok itu
Meski logika meronta
Tapi rasa di jiwa menguasai pikiran
1 komentar:
leave your comment,please!!
Posting Komentar