TEN
Sejak saat itu Danan dan Asti jarang bertemu, Asti memutuskan untuk tidak sering berhubungan dengan Danan. “halo As, sebenarnya kenapa sih kamu ngindarin aku, apa gara-gara kejadian waktu ini?” “enggak sih aku cuma lagi banyak tugas, bentar lagi mau bikin skripsi.” “oh aku kirain…kalo gitu liburan nanti kita bisa ketemuan kan?” “aku usahain deh” “thank’s”.
Liburan tiba, Asti dan Danan bertemu di taman di mana Danan sudah memperhitungkan bahwa Tari tidak mungkin menemukan mereka. “hai As, apa kabar?” “I’m so-so” “As, I have an idea for us.” “what’s that Danan?” “can you follow me?” “of course” “but I have one requisite before it” “so what?” “close your eyes” “are you really I must do it?” “why not, it’s surprising.”
Setelah tiba…
“surprise Asti, you may open your eyes” “is it true? It is beautiful flower garden.” “do you know it’s my special day. I haven’t seen like that before.” “it’s just for you” seketika jantung Asti berdegup kencang, apakah ini cuma mimpi? Mereka berpandangan, “duh Dan I capek ngomong bahasa Inggris.” “oh ya bentar lagi kita kan nyari kerja, kamu mau kerja di mana As?” “kayaknya sih di bidang akuntan gitu.” “aku sih masih bingung, tapi mulai sekarang aku tau aku harus lebih serius.” “aku juga”
5 tahun kemudian….
Udara dingin menyergap
Membasuh hatiku yang kian redup
Oleh kehampaan dan
Kesepian mendalam
Kini Asti bekerja di sebuah kantor, ia sangat teliti dan jujur. Tak salah bila dia cepat mangkat jabatan. Sementara Danan kebetulan bekerja di kantor yang sama cuma cabangnya yang berbeda dengan Asti. Tapi mereka sama sekali tidak tahu. Sampai suatu ketika Danan dipindahtugaskan ke kantor Asti. “hai As, lama tak berjumpa akhirnya ketemu di sini.” “iya aku juga ga nyangka kamu bakalan bekerja di bidang kayak gini” “abis tawarannya begitu menggiurkan As, daripada nganggur” “iya deh aku tau kamu jadi direktur aku di sini” “tapi kamu juga jadi sekretaris aku kan, jadi kita bisa …” Danan hampir saja keceplosan “bisa apa Dan?” “enggak maksudku kita bisa bekerja sama dengan baik karena sudah saling kenal lama.” ”oh, tapi mulai sekarang aku harus manggil kamu pak Danan dong” “ya kalo di kantor aja, aku juga risih ngedengernya.”
0 komentar:
Posting Komentar